6 Tahun Kematian John S. Mambor, Makamnya Terawat Dengan Baik

Maret 7, 2009

Saturday, 07 March 2009
JUBI — Sebuah Makam nun sederhana lain yang dikunjungi JUBI pada Jumat (6/3) adalah sebuah makam milik Almarhum John S  Mambor. Seorang Pejuang Papua yang masih menjadi anggota Presidium Dewan Papua hingga maut menjemputnya.

Menurut Petrus Matuan (56) yang juga masih kerabat dekat dari Almarhum John S. Mambor saat ditemui JUBI di Pemakaman Umum Kristen Tanah Hitam, Abepura di Jayapura, Papua,  Jumat kemarin (6/3) mengungkapkan bahwa makam Almarhum John S. Mambor masih sering dikunjungi oleh keluarga dan masyarakat umum. Hal ini tampak dari bersihnya area sekeliling makam yang dapat dipantau oleh JUBI.
Petrus menuturkan, kebanyakan keluarga almarhum yang masih sering mengujungi dan membersihkan makam ini. Anak-anak dan isterinya yang sering mengunjungi makamnya dan selalu  membersihkannya..
Ditambahkan Petrus, karena kedekatannya dengan pihak keluarga almarhum, maka ia memanggil almarhum dengan sebutan kakak. Petrus mengutarakan, sejak mengenal almarhum kurang lebih tahun 1980 silam, semasa hidup almarhum sangat baik terhadap siapa saja. Namun penangkapan terhadap almarhum dari aparat keamanan kemudian di penjarakan sampai ke tahanan di Kalisosok dan almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit PGI Cikini pada 2003 Petrus tidak lagi berjumpa dengan almarhum. (Musa Abubar/Aprila Wayar)
sumber: http://www.tabloidjubi.com

Iklan

Makam Arnold Ap Jarang dikunjungi Keluarga dan Masyarakat Papua

Maret 7, 2009

Saturday, 07 March 2009
JUBI—- Dalam belaian angin gersang di atas bukit nan sepi engkau terbaring dalam tidurmu yang lelap. Dalam temaram senja kelabu di sisi lorong yang gelap, engkau tertidur di kesunyian abadi.

Di balik kerasnya tembok di atas makam, hanya tulang rapuh dan debu, sisa jasad Sang Pahlawan Budaya Papua tertanam. Makam Arnold Ap terlihat sangat kotor dan tak lagi diperhatikan. Arnold Ap adalah salah satu Pejuang Papua yang meninggal akibat terkena tembakan oleh pasukan Kopasandha (Sekarang Kopassus) di Pasir  6 Jayapura – Papua saat menunggu speedboat yang akan membawanya ke Papua New Guinea pada tanggal 26 April 1984.
Dari Pantauan JUBI pada Jumat (6/2) di atas pusaranya terdapat beberapa tehel pecah, rumput yang sangat tinggi di luar tembok yang mengelilingi makam ini. Tembok yang dibangun inipun tampak belum rapih.
Jasad mendiang dimakamkan berdampingan dengan saudara sekaligus sahabat karibnya yang bersama-sama mereka mendirikan Group Mambesak yaitu Eduard Max Semianus Mofu atau yang lebih dikenal dengan Eddy Mofu.
Menurut Petrus Matuan (56) salah satu penjaga Pemakaman Umum Kristen Tanah Hitam Abepura, di Jayapura, Papua, Makam Arnold Ap sekarang ini jarang dikunjungi  oleh masyarakat maupun keluarga. Terakhir pada tahun 2005 lalu makam Arnold Ap dan Eddy Mofu direnovasi oleh pihak keluarga dan kerabat dekat mereka.
Petrus menuturkan, dana yang digunakan untuk merenovasi makam ini berasal dari keluarga yang kini menetap di Belanda. Mereka bekerja atas perintah dari salah satu kerabat dekatnya Yustus Marisan. Banyak pengunjung yang datang mengungjungi makam Arnold sebelum direnovasi oleh kerabat dan keluarganya.
Namun setelah direnovasi mulai dari renovasi sampai saat tak ada pengunjung yang mengunjugi makamnya mungkin karena pengunjung sudah tidak lagi mengenali atau mengingat lagi letak makam karena perubahan tadi (renovasi), padahal kalau mau dilihat Arnold adalah salah satu tokoh pejuang Papua yang patut dihargai seperti tokoh pejuang Papua lainnya seperti Almarhum Theys Hiyo Eluay, John S. Mambor, Thomas Wanggai dan lain-lain. (Musa Abubar/Aprila Wayar)

sumber: http://www.tabloidjubi.com