JUBI – Rencana pembongkaran tenda yang dibangun sekitar makam Theys Hiyo Eluay oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura belum terlaksana.
Sebagaimana yang diwartakan JUBI perihal rencana pembongkaran tenda-tenda disekitar lokasi makam Theys sampai saat ini belum terlaksana. Menurut Sekretaris International Parlement of West Papua (IPWP) Victor Yeimo via Poselnya, Senin (19/1) rencana pembongkaran tenda-tenda disekitar lokasi makam Theys masih simpang-siur.
Yeimo mengatakan, pembongkaran tenda-tenda yang dibangun itu rencana hari ini, tetapi belum dilaksanakan. Namun belum dilakukan oleh Pemda Kabupaten. Alasannya sejak awal Pemerintah Kabupaten Jayapura tak bermaksud membongkar, tetapi membersikan.
“Apabila Pemkab Jayapura meminta bantuan kami, maka kami akan membantu membersikan rumput-rumput yang tumbuh di sekitar lokasi makam Theys. Kalau Pemda dong datang tong siapkan sabit dan mesin babat untuk kita pakai babat rumput sama-sama,” imbuhnya.
Ditambahkan Yeimo, pembangunan tenda-tenda tersebut berada di lokasi tanah adat. ”Adat berhubungan dengan urusan internasional, karena sifatnya universal” tegas Yeimo. Sehingga hal ini perlu diketahui bahwa tanah dilindungi oleh dunia Internasional.
Oleh sebab itu, ujar Yeimo, jika pemerintah hendak melakukan pembongkaran, maka harus berdialog dengan pemilik tanah adat tersebut. Tetapi, jika tidak dan melakukan pembongkaran dengan paksaan, maka mereka juga akan melakukan kampanye Internasional. (Musa Abubar)
Sebagaimana yang diwartakan JUBI perihal rencana pembongkaran tenda-tenda disekitar lokasi makam Theys sampai saat ini belum terlaksana. Menurut Sekretaris International Parlement of West Papua (IPWP) Victor Yeimo via Poselnya, Senin (19/1) rencana pembongkaran tenda-tenda disekitar lokasi makam Theys masih simpang-siur.
Yeimo mengatakan, pembongkaran tenda-tenda yang dibangun itu rencana hari ini, tetapi belum dilaksanakan. Namun belum dilakukan oleh Pemda Kabupaten. Alasannya sejak awal Pemerintah Kabupaten Jayapura tak bermaksud membongkar, tetapi membersikan.
“Apabila Pemkab Jayapura meminta bantuan kami, maka kami akan membantu membersikan rumput-rumput yang tumbuh di sekitar lokasi makam Theys. Kalau Pemda dong datang tong siapkan sabit dan mesin babat untuk kita pakai babat rumput sama-sama,” imbuhnya.
Ditambahkan Yeimo, pembangunan tenda-tenda tersebut berada di lokasi tanah adat. ”Adat berhubungan dengan urusan internasional, karena sifatnya universal” tegas Yeimo. Sehingga hal ini perlu diketahui bahwa tanah dilindungi oleh dunia Internasional.
Oleh sebab itu, ujar Yeimo, jika pemerintah hendak melakukan pembongkaran, maka harus berdialog dengan pemilik tanah adat tersebut. Tetapi, jika tidak dan melakukan pembongkaran dengan paksaan, maka mereka juga akan melakukan kampanye Internasional. (Musa Abubar)